• 10

    Jun

    Android Makassar support program "Komputer dan Pasar"

    Pada tanggal 25 Mei 2012, Komunitas Android Makassar dan teman-teman dari Kampung Buku mengadakan pertemuan di cafe Mazzagena sebagai ajang bentuk silaturahmi dan sharing mengenai komputer related to android. Satu hal yang akhirnya menjadi perhatian dari rekan-rekan di Android Makassar adalah adanya kegiatan teman-teman dari Kampung Buku untuk mengadakan program Komputer dan Pasar dan Komunitas Android Makassar ingin mengambil bagian dari program tersebut yang kami rasa akan sangat bermanfaat bagi orang banyak dan tentunya di masa akan datang diharapkan Komunitas Android Makassar juga bisa memperkenalkan An...
  • 15

    Jan

    Gadde-Gadde Makassar Dalam Ancaman Ekspansi Minimarket Moderen

    Oleh: Ishak Salim, Sunardi Hawi, dkk (AcSI) MAKASSAR adalah kota tujuan. Banyak perantau dari luar daerah datang menetap atau sekedar batu loncatan di sini. Bukan hanya dari propinsi Sulawesi Selatan melainkan dari daerah pedalaman Indonesia Timur. Pendatang dari provinsi ini seperti para paggandeng dari kabupaten Gowa dan Takalar yang setiap pagi meramaikan jalan Poros Gowa Makassar dengan sepeda atau motornya. Mereka menuju pasar-pasar lokal, menjajakan sayuran hijau dan aneka ikan segar. Di pasar-pasar lokal sendiri yang jumlahnya lebih 50 pasar sudah ada berbagai pedagang dari etnis yang beragam. Untuk menyebut beberapa contoh adalah Enrekang, Pangkep, Wajo, Selayar, Maros, dan seterusnya. Pendatang lain dari luar provinsi seperti pemuda dari Pulau Timor atau Flores. Para nyong yang
  • 30

    Nov

    Gadde-Gadde; penyangga ekonomi rumah tangga masyarakat.

    Oleh : Sunardi Hawi (Ketua Active Society Instute_AcSI) Juni 2011, pa gadde-gadde di Kelurahan Parang Tambung, Kecamatan Tamalate, melakukan pengumpulan tanda tangan sebagai bentuk penolakan terhadap hadirnya sejumlah minimarket modern dilingkungan mereka. Sekumpuluan tanda tangan tersebut, yang disertai dengan surat pernyataan, kemudian dikirimkan ke pemerintah kota Makassar. Namun, hingga kini, belum ada tanggapan pemerintah mengenai penolakan tersebut. Di Makassar, maraknya pembangunan gerai-gerai minimarket, seperti Alfa Mart, Alfa Midi, Alfa Express, ataupun Indomaret, sempat menjadi polemik. Bahkan legislatif Kota Makassar, pernah mengeluarkan rekomendasi kepada pengelola Alfa Mart agar tidak melanjutkan penambahan gerai. Namun, rekomendasi yang tidak disertai kekuatan hukum i
  • 5

    Sep

    ANCAMAN GURITA MINIMARKET

    Dalam kegundahan menyaksikan menjamurnya aneka Hypermarket, supermarket dan khususnya minimarket, akhirnya saya menuliskan pesan provokatif di fesbuk Ilham Arief Sirajuddin. Tentu saja, ia adalah walikota Makassar dan juga ketua Partai Demokrat Sulawesi Selatan. Tapi, pesan saya ini tertuju kepada dirinya selaku walikota Makassar. Begini saya bilang, Walikota Makassar gagal melindungi rakyatnya saat ia membiarkan gerai-gerai ALFA MART dan INDO MARET semakin merajalela di tempat di mana banyak warganya melindungi diri dari desakan ekonomi melalui buka kios-kios rumahan. Benar-benar tak punya rasa kepedulian! Selama seminggu tak satupun merespon pesan saya itu, termasuk si empunya dinding, Ilham Arief Sirjuddin. Setelah tujuh hari kemudian barulah seorang memberi respon. Ia
  • 25

    Aug

    Gerakan Nyanyian Baru dan Jejak Pijak Roem Topatimasang

    Oleh: Ishak Salim (Peneliti Active Society Institute) Saya memperbaiki posisi duduk saat Saleh Abdullah mengajak nonton sebuah film pendek, garapan Roem Topatimasang. Seorang guru rakyat yang mendedikasikan hidupnya untuk orang-orang terpinggirkan lebih tiga puluh tahun terakhir. Saleh begitu antusias ingin memperlihatkan film tersebut kepada kami dari Makassar. Bagi banyak aktivis gerakan sosial yang mengenal Roem dan pernah melihat beberapa esei-esei visual garapannya, menyaksikan produk terbarunya adalah satu kenikmatan tersendiri. Saleh mematikan lampu di ruangan Mansour Fakih di kantor INSIST Pakem, Sleman. Ruang pertemuan yang sering digunakan berdiskusi bagi banyak pelaku gerakan sosial selama lima tahun ini. Saat itu, Roem ada di antara kami. Duduk di sebuah kursi lipat
  • 15

    May

    PABBANGKUNG

    Di tepi sungai Walanae, di kampung Walimpong. Seribuan orang terburu-buru menuju rae-rae (rakit) yang sudah mereka persiapkan. Wajah mereka diliputi kekhawatiran dan rasa takut yang mencekam. Anak-anak dituntun setengah berlari oleh ibu, bapak, atau kakak-kakak mereka. Sementara itu, pasukan Gurilla bersiap siaga. Ada berita Tentara RI sedang menuju kemari dalam jumlah besar. Biasanya, kedatangan tentara ke wanua Barae berarti pembakaran rumah penduduk berikut seluruh sarana fisik kampung. Jadi, himbauan untuk mengungsi adalah pilihan paling mungkin dilakukan. Peristiwa tahun 1963 itu menandai puncak pengungsian orang-orang Barae yang terdiri dari beberapa kampung. Pagi itu, ratusan rae bergerak perlahan mengikuti arus sungai ke arah Danau Tempe, kabupaten Wajo. Tapi mereka ta
- Next

Author

Follow Me